Senin, 14 Mei 2012

Kau & aku beda


Kau & aku beda


Aku tahu
Aku tak sepadan denganmu
Engkau merpati,dan aku kecoa
Jauh beda rasanya

Aku tau
Aku tak selayak denganmu
Engkau merci dan aku dokar
Jauh beda rasanya

Aku tahu
Aku tak semerga denganmu
Engkau istana dan aku gubuk tua
Jauh beda rasanya

Tapi,aku tak seperti kumbang-kumbang
Yang hinggap di kembang
Tapi,akulah prajurit
Yang selalu setia menjaga ratu

4 komentar:

  1. Aku tahu dialah bidadari hatiku ...
    namun tak jarang malaikat-malaikat yang mendekatinya mencibirku dan menusuk hatiku ...
    Sebagai manusia hamba, ketidakmungkinan adalah nihil,
    lalu aku yakin Tuhan, jadikanlah aku melebihi indahnya malaikat, lalu kupersunting bidadariku ...

    BalasHapus
  2. itu yang aku ukir sejak dulu...
    sejak bidadari itu bersemi di dalam diriku...
    sudah ku khusyu'kan seluruh raga ini untuknya...
    untuk meminang membawa kebahagiaan untuknya...

    tapi apa daya tubuh ini ketika melihat dia...
    memperolok diriku dengan para malaikat...
    menjilat-jilat diriku dengan lumpur hitam mengkilat...
    apa itu yang di inginkan bidadari itu...??

    BalasHapus
    Balasan
    1. pesimistis memang selalu saja menyakitkan, sobat...
      malaikat menggerus rasa itu lalu melimbahkannya dalam relung jiwa kita,
      tidak, tidak demikian ... bidadari bahkan belum menyadari kita,
      atau dia memang sengaja mengikis kerak-kerak debu dalam raga ini,
      hingga nampak berkilauan berlian setelah terkikis semua...

      Hapus
  3. mawar ini telah sabar menunggu siraman air jernih dan pupuk murni.
    walaupun sering kali tersirami dengan limbah racun yang menggerikan.
    tapi tetap menahan kepedihan yang menjalar perih setiap hari.
    apa yang seharusnya di lakukan??

    semenjak aku bercengkrama dengan bidadari di suatu tempat.
    hati serasa bergelora gembira menatapnya.
    seingin tak luput tuk memandangnya.
    ingin selalu ingin berdansa bersamanya di ufuk sana.

    seandainya bidadari bisa memahami tatapan mataku.
    pasti dia tau senandung kata hatiku.

    BalasHapus