Selasa, 29 Mei 2012

Sepucuk surat mawar untukmu


Sepucuk surat mawar untukmu

Ketika kau menari-nari di hadapanku
Serasa aku berjalan di atas duri-duri cemburu
Aku tak tahu, kenapa rasa ini tumbuh di benakku
Yang selalu melekat erat di qolbu

Rasa ini telah tumbuh di hatiku sejak silam yang lalu
Hingga saat ini pun masih terikat bersamaku
Aku malu, ketika aku ingin mengajak kau bertemu
Kau selalu berpaling dariku, berpaling semu, selalu begitu

Kenapa aku selalu terbayang wajahmu
Selalu hadir di siang malamku
Padahal aku selalu tersakiti dengan tingkah lakumu
Dan aku pun tak tau, bagaimana perasaanmu padaku

Sudah lama aku terdiam, membisu
Memendam perasaan yang terus menumbuh
Sudah lama tak berdaya tubuh ini untuk mengungkapkan sebuah       kata
Sebuah kata yang membuat bibir beku untuk cerita

Mungkin dari sebuah syair ini bisa mewakili
Dari perasaan cinta yang penuh di hati
Dan ku ucapkan beribu kata maaf untukmu
Karena raga ini tak bisa bertemu
Bukan karena malu tuk mengungkapkan kepadamu
Tapi aku sadar atas kesibukanmu
Dan ku ucapkan beribu kata maaf lagi
Karena kelancangan hati yang mencintai

1 komentar:

  1. Dapat kubayangkan betapa gundahnya jiwa yang dilanda kemelut luka cemburu ... hm ...
    Adakah sebuah obat yang dapat menyembuhkannya ...
    Ya tentunya ada... Coba kau rasakan semua duka lalu kau bayangkan akhir yang bahagia ... hm itu salah satunya ...
    coba juga, jika kau benar-benar mencintainya ... ikutlah rasakan apa yang ia rasakan, lalu tampakkan tanda bahwa kau juga serasa dengannya ...
    begitupun duka, saat kau amati dukanya, keperihan lebih menggila juga kau rasakan ....

    http://ibnumukhdar.blogspot.com

    BalasHapus