Selasa, 29 Mei 2012

Sepucuk surat mawar untukmu


Sepucuk surat mawar untukmu

Ketika kau menari-nari di hadapanku
Serasa aku berjalan di atas duri-duri cemburu
Aku tak tahu, kenapa rasa ini tumbuh di benakku
Yang selalu melekat erat di qolbu

Rasa ini telah tumbuh di hatiku sejak silam yang lalu
Hingga saat ini pun masih terikat bersamaku
Aku malu, ketika aku ingin mengajak kau bertemu
Kau selalu berpaling dariku, berpaling semu, selalu begitu

Kenapa aku selalu terbayang wajahmu
Selalu hadir di siang malamku
Padahal aku selalu tersakiti dengan tingkah lakumu
Dan aku pun tak tau, bagaimana perasaanmu padaku

Sudah lama aku terdiam, membisu
Memendam perasaan yang terus menumbuh
Sudah lama tak berdaya tubuh ini untuk mengungkapkan sebuah       kata
Sebuah kata yang membuat bibir beku untuk cerita

Mungkin dari sebuah syair ini bisa mewakili
Dari perasaan cinta yang penuh di hati
Dan ku ucapkan beribu kata maaf untukmu
Karena raga ini tak bisa bertemu
Bukan karena malu tuk mengungkapkan kepadamu
Tapi aku sadar atas kesibukanmu
Dan ku ucapkan beribu kata maaf lagi
Karena kelancangan hati yang mencintai

Rabu, 23 Mei 2012

Jerami malam

Jerami malam

Malam mulai gelap gulita
Angin mulai kencang menerpa
Bumi mulai goncang neraka
Petir mulai menyambar menara

Burung-burung tak berkicau lagi
Menemani kelamnya mentari
Bulan tak bersinar kembali
Menjatuhkan duri di atas bumi

Pelangiku kusam
Bungaku layu
Bulan mulai redup
Puzzleku hilang
Bintang-bintang tak gemerlapan lagi
Warna-warnaku telah luntur
Bidadariku telah pergi jauh di sana
Maduku tlah busuk

Aku tak punya apa-apa lagi
Semuanya telah pergi
Aku di tinggal sendiri
Akan kepastian yang tak pasti


Selasa, 15 Mei 2012

Indonesia

Indonesia

Indonesia negriku, nomor satu di dunia.

indonesia benderaku, berkibar dimana-mana.

Indonesia tempat lahirku, mewah bagai istana.

Indonesia tempat sekolahku, tak kalah dengan lainnya

Indonesia bangunanku,kokoh,tangguh,tak ada duanya.

Indonesia kuburanku,hidup mati bersamamu

Indonesia wargaku,bermacam-macam budaya tetap satu jiwa.

Indonesia podiumku, kelas eksklusif yang mengubah cara dunia memandangku.

Indonesia media-massaku, gaya komunikasi modern masa kini.

Indonesia organisasiku,berjuang menegakkan keadilan.

Indonesia perusahaanku,subur dengan kekayaan alam.

Indonesia yayasanku,ikhlas mengorbankan segalanya.

Indonesia instansiku, menara dengan seribu pengeras suara.

Indonesia muktamarku, forum hiruk-pikuk tiada tara.

Indonesia kaca mataku,memandang menembus masa depan cemerlang.

Indonesia warungku, hanya menjual makanan bergizi,& halal.

Indonesia supermarketku, melayani segala keperluan manusiawi.

Indonesia teaterku, menampilkan karakter-karakter pejuang tanpa jasa.

Indonesia festivalku, memeriahkan hari-hari mati.

Indonesia pentasku,indah dengan kemurnian alam.

Indonesia upacaraku, menyambut segala kemenangan kemerdekaan.

Indonesia puisiku, menyanyikan apa isi hatiku.

Indonesia,kau adalah jiwaku, pahit manis aku bersamamu.

Keteguhan hati


Keteguhan hati

Ini keteguhan berderang tegap
Tak rapuh,meski seribu duri menancap

Sekali dia tersenyum gembira
Sudah waktunya aku berpisah

Senin, 14 Mei 2012

Kau & aku beda


Kau & aku beda


Aku tahu
Aku tak sepadan denganmu
Engkau merpati,dan aku kecoa
Jauh beda rasanya

Aku tau
Aku tak selayak denganmu
Engkau merci dan aku dokar
Jauh beda rasanya

Aku tahu
Aku tak semerga denganmu
Engkau istana dan aku gubuk tua
Jauh beda rasanya

Tapi,aku tak seperti kumbang-kumbang
Yang hinggap di kembang
Tapi,akulah prajurit
Yang selalu setia menjaga ratu

Cinta bertepuk sebelah tangan


Cinta bertepuk sebelah tangan

Aku mencoba berdiri tegak
Melawan kerasnya ombak
Dengan kencangnya angin laut
Menusuk kalbu,mengkerut

Aku harus bisa
Dalam keadaan yang nyata
Dengan kerasnya cemburu
Yang membelenggu di kalbu

Aku jangan sampai melengkung
Melihat sang putri berkecipung
Harus tetap senyum,harum
Walaupun hati sedang kusum

Aku harus tegar
Dengan besarnya api menyambar
Dengan banyaknya gentar mengencang
Dengan kencangnya getar mengguncang
Hati hanya bisa tersenyum semu
Akan pahitnya cinta terselumbu

Jumat, 11 Mei 2012


Curhatku Pada Bintang

Malam yang sunyi
Ku pandang bintang gemerlapan di langit
Aku bertanya pada mereka
Kenapa hatiku terbayang wajahnya?

Bintang-bintang membisikiku “kau sedang jatuh cinta”
Aku terdiam,merenung,dan menjawab
“Tiada bidadari di hatiku, selain dia”

“Ungkapkan isi hatimu ke bidadari itu ”seru bintang-bintang
Aku terdiam,membungkam
Hati kecilku menjawab
“Aku takut dia tak mengenaliku lagi”